๐ฅ *MASYAALLAH..SEKALI LAGI SUNNAH NABI MEMBUNGKAM DUNIA KEDOKTERAN* ๐ฅ
*Hasil Penelitian, ternyata Jenggot Pria Mengandung Antibiotik !*
✅ Satu demi satu ajaran Islam yang dibawa Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam 14 abad yang lalu dibuktikan kebenarannya secara ilmiah. Ketika itu dunia kedokteran belum ditemukan, keadaan masyarakat sangat terbelakang teknologinya tetapi kebenaran sunnah Nabi yang bersumber dari wahyu tidak bisa terbantahkan oleh kemajuan ilmu dan teknologi termasuk salah satu adalah kebenaran perintah untuk memelihara jenggot dan larangan untuk mencukurnya.
⏩ Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
ุฃَุญُْููุง ุงูุดََّูุงุฑِุจَ َูุฃَุนُْููุง ุงِّููุญَู
“Potong pendeklah kumis dan biarkanlah (peliharalah) jenggot.” (HR. Muslim no. 623)
Independent.co.uk pada 21/1/2016 melansir hasil studi terbaru bahwa jenggot/beards pada dagu para pria mengandung bakteri yang berpotensi menjadi antibiotik baru.
Sebuah laporan menyebutkan para peneliti menemukan fakta bahwa pria dengan dagu atau wajah tercukur bersih sebenarnya berisiko terpapar infeksi akibat bakteri yang resistan pada antibiotik, ketimbang para pria yang membiarkan dagunya ditumbuhi jenggot atau bulu wajah.
Studi yang dipublikasikan Jurnal Hospital Infection, melakukan uji coba pada 408 staf rumah sakit, dengan menyeka wajah mereka, baik yang ditumbuhi rambut wajah maupun yang bersih dari rambut-rambut pada wajah.
Hasilnya, pria dengan wajah tercukur bersih ternyata tiga kali lebih banyak membawa "methicillin-resistant staph auerus (MRSA)" pada pipi mereka, ketimbang rekan-rekan mereka yang masih membiarkan rambut-rambut atau bulu tumbuh pada wajahnya, demikian seperti dilansir Independent.co.uk, Kamis 21 Januari 2016.
Berdasarkan keterangan dari laman kantor Centers for Desease Control and Prevention yang berbasis di Atlanta, Amerika Serikat, Methicillin-Resistant Staphylococcus Aureus atau MRSA adalah bakteri yang resistan terhadap banyak antibiotik. Sebagian besar infeksi kulit disebabkan oleh MRSA. Bahkan laman ini menyebutkan MRSA juga berpotensi menimbulkan infeksi jalan darah, radang paru-paru dan infeksi pada saat dilakukan pembedahan.
(Methicillin-Resistant Staphylococcus Aureus atau MRSA)
Kembali pada fakta hasil studi tadi, diketahui bahwa pria yang wajahnya tercukur bersih juga berisiko 10 kali lipat terpapar koloni Staphylococcus aureus pada wajah mereka. Staphylococcus aureus ini adalah bakteri bisa menyebabkan infeksi pernapasan dan kulit, dan keracunan makanan.
Para peneliti memperkirakan, infeksi tadi diakibatkan oleh abrasi mikro yang terjadi saat bercukur. Situasi ini memungkinkan terjadinya kolonisasi dan penyebaran bakteri lewat lubang mikro pada kulit akibat abrasi tadi.
Pada hasil studi yang dipublikasikan di Jurnal Hospital Infection tersebut, tertulis bahwa secara umum kolonisasi (bakteri) sama terjadi baik pada pekerja dengan bulu pada wajah maupun pada pria dengan wajah yang tercukur bersih. Namun demikian spesies bakteri tampak lebih banyak terdapat pada wajah pria tanpa bulu atau janggut.
Dr Adam Roberts, seorang mikrobiologis dari University College London dalam analisisnya yang terpisah mengemukakan bahwa pada wajah berjanggut yang telah menjalani tes usapan pada wajahnya, bertumbuh lebih dari 100 bakteri berbeda. Dan setelah dilihat melalui piringan kaca penelitian, dari sekitar 100 bakteri tadi ia melihat kehadiran mikroba yang mampu membunuh bakteri lainnya.
Kemudian Dr Roberts mengisolasi mikroba tadi dan menguji kemampuannya atas bakteri E.Coli yang dikenal bisa menyebabkan infeksi saluran kencing, dan didapati fakta bahwa mikroba tersebut mampu membunuh E.Coli secara efisien.
*Sumber: Independent.co.uk, BBC.com
http://www.independent.co.uk/news/science/beards-good-for-health-more-hygienic-bacteria-resistant-than-shaven-skin-study-finds-a6823461.html
http://www.bbc.com/news/magazine-35350886
Translate
Senin, 24 April 2017
Energi Almaidah
Tulisan ini Luar Biasa Dari Alumni 82 TNI-AL .., Top Markotop๐๐๐
Tulisan dari Perwira TNI yang sedang di Malaysia
(Alumni Akabri Laut 82)
*ENERGY Surat Al-MAIDAH dari Pulau , SERIBU bukan dari Pulau HAWAI atau MONACO*
Assalaamu'alaikum Warahmatulahi Wabarakatuh
Hampir smua PEMIMPIN Negeri ini mulai Panik...
Pejabat-pejabat negara, Partai Politik.. mulai berpikir.. what next ?
Insya Allah Termasuk PRESIDEN JOKOWI pun harus mencermati Situasi unpredictable!!!!
KHUSUSNYA APARAT HUKUM POLRI...
Pimpinan seyogyanya segera mengambil langkah Tegas, Cepat, Adil dan Transparans.
BARESKRIM MABES POLRI..Sibuk dapat Perintah segera membuat BAP.
di tambah dg tekanan mulai datang dr Ormas Islam..
unpredictable juga!!!!
Alangkah arifnya segera Pimpinan POLRI gunakan HATI NURANI nya..
Bukan Karena PERINTAH Atasan.
Jangan sekali mencoba merekayasa..
Ini Masalah ENERGI pemilik Dunia bukan manusia.
Mata pisaunya "QOLBU"
tidak perlu sampai S3.. atau lulus dr lembaga apapun di LN maupun Indonesia.
TNI Garda terdepan dan terakhir penjaga Bangsa ini..
Di sibukan setumpuk data inteljen..
mewaspadai situasi sudah menuju ke seluruh plosok tanah air..
demo bermunculan...
Ada indikasi waspadai DARURAT SIPIL dari salah seorang pakar inteljen..
bisa terjadi lebih dari itu..
Ini masalah Energy Pemilik Alam semesta..
bukan milik Penguasa Negara ini..
Mengalir pada hati Insan Muslim ..
tidak bisa di bendung dg Tehnologi apapun tercanggih di dunia ini..
Bebas pulsa..
Tuan-tuanku pemimpin..
pakailah Nurani mu..
157 Negara Islam Oki dan Muslim Dunia mulai merasakan getaran Energy surat Almaidah..
ini fakta..
Sabang sampai Marauke..
mulai terasa tanpa komando..
perintah apalagi Korlap dan Provokator.. ?
Pimpinan partai politik terdiam semua..
Yg sebelumnya jadi Artis media..
Bingung menunggu moment yang tak diduga ini semakin membesar tanpa komando..
Teriakan memilih ALLAH atau NYAWA sudah dikumandangkan..
"BALAI KOTA ATAU ISTANA..!!"..
Tidak bisa di hadapi Alut Sista..
sekalipun Negaran Asing membantu..
datangkanllah dari USA, RUSIA ataupun CHINA..
ENERGI AL-MAIDAH ini telah menembus hati sanubari para prajurit TNI dan prajurit Bhayangkara Islam..
Mulai dari Prajurit sampai Jenderal pun...
akan berpikir...
Mereka bukan Boneka hidup kawan..
memang pangkat mereka rendah..
tapi Hati Nurani mereka Tidak serendah pangkatnya..
suatu keyakinan hidupnya terluka...
dan sangat Sakral lebih dari Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Sumpah Bhayangkara...
ini ALQURAN...
keyakinan leluhur dan anak isterinya..
ciptaan ALLAH SWT...bukan manusia...
be carefull kawan..
potensial ancaman ini akan jadi real ancaman ...
ini gelombang maya tanpa bisa dipegang dilihat...
tapi langsung dirasakan..
bergerak 24 jam terus menerus...
tanpa mengenal ruang dan waktu..
masuk ke Sanubari Insan Muslim INDONESIA..
Segera Tegakan Hukum dg Benar, Adil dan Terbuka..
Jangan sampai jatuh korban rakyat atau prajurit kita..
Kita tidak perang Agama..
Tapi oknum penista agama ISLAM inilah hrs segera ditindak segera..
Kenapa menuggu...?
Inilah.. Rakyat bertanya..
Ada Apa My Presiden..?
Umat Muslim dunia menanyakan masih pantaskah?
Negara Indonesia dikatakan sebagai negara pemeluk Islam terbesar di dunia?
Mana tindakan nyata dan cepat pemimpin yang katanya big Muslim?
Membohongi rakyat dengan kemunafikan..
Karena tersandera oleh "UANG HARAM" pemimpin munafik!
Lihat nyata hampir semua pemimpin munafik panik..
Islam, Kristen, Katholik,
Budha, Hindu dan Khong Hu Chu panik..
Kenapa sampai merambah kemana-mana?
Menyangkut sendi kehidupan berbangsa dan bernegara IPOLEKSOSBUDHANKAM begitu cepat?
Bahkan kemunafikan yang sudah basi pun 10, 20, 30 tahun lalu..
Mulai baunya tercium dimunculkan..
Dana2 Haram KKN tanpa diminta muncul sendiri..
Pejabat Negara dan Politik KKN...
tanpa diminta saling tuding perang IT dan Cyber utk pencitraan bertebaran di media on line...
why why why..?
Hanya Menghina surat Almaidah saja cuma satu ayat..
hanya ayat 51..
Kenapa panik..?
Itupun lokasinya cuma di Pulai Seribu...
Bukan Hawaii atau Monaco...?
Oh...KAU TELAH menghina "Energi-KU"
Ingat 1000 kali rekayasa manusia..
Sekalipun jabatannya Presiden.. presiden.. presiden..
TIDAK ...TIDAK.. Tidak akan menghambat
Ini energi surat Al Maidah..
Ini rekayasa ALLAH Subhanahu Wata'aala..
Dengan caranya..
Silahkan dikaji dengan teori apapun yang terhebat di dunia ini..
Cuma kau hina surat Al Maidah-KU..
Yang hanya dihadiri 150 orang di pulau seribu..
Bukan Hawai.. atau Monaco..
Tapi ingat..
Yang hinakan AKU, ALLAH-mu..
Rasakan energi Al Maidah-KU..
Suatu bukti KUturunkan Al Quran itu benar..
Partai mana terhebat di Indonesia ini..?
Baik PDIP, GOLKAR, GERINDRA, HANURA, PAN, PKB, NASDEM, DEMOKRAT, PPP, PKS dll..
Pernahkah Mampu Menggetarkan INDONESIA..
Bahkan DUNIA..
Dalam waktu sesingkat ini..?
Tanpa biaya kampanye..
dan dana atau bahan kontak untuk membius rakyat..
Mencari masa demi ambisi atas nama adil dan sejahtera..
Yang setelah menang akhirnya ter dholimi juga?
Dibandingkan dengan surat Al Maidah..
tdk ada apanya..
tidak promosi..
IT.. cyber dll..
TV Internasional Lokal Nasional maupun kampung?
hanya butuh hitungan Hari..
TANPA BIAYA....
TANPA UANG HARAM..
TANPA PROMOSI..
TANPA REKAYASA PROVOKATOR..
apalagi KEKUATAAN ASING
Entah dengan teori Conspiracy atau yang lg ngetrend PROXIMITY WAR lah..
terlalu jauh...
ini yang luka Qolbu Rakyat Muslim Indonesia..
Negara Republik Indonesia..
sdh jelas...
NOW or NEVER my President..
because tomorrow.. tomorrow.. tomorrow to be late.
Dan khusus utk PEMIMPIN ISLAM MUNAFIK..
SOMBONG sekali..
dan..
BERANI sekali
menaksir surat Al Maidah ciptaan Tuhannya..
Kau hargai berapa surat Almaidah itu...?
RUPIAH, DOLLAR, EURO, POUNDSTERLING, YUAN CHINA..?
1T, 10T, 12T, 40T, atau 1 milyar T Rupiah..?
Luar biasa hanya karena uang haram..
Telah merasuk Qolbu para ulama muslimku..?
Dan ditonton Live langsung Umat Islam Indonesia..
dan begitu cepat merambah ke Dunia..
SHUBHANALAH ...
Tapi lihat.. lihat.. lihat..
Bukan saja Indonesia ku getarkan..
Dunia kugetarkan..
Dalam waktu singkat..
Akhirnya semua penduduk Indonesia mulai merasakan dampaknya..
Dari asal agama apapun..
Kau bukan berhadapan dengan KERTAS KU..
Yg mudah kau sobek-sobek kau injak-injak seperti pembungkus sambal terasi..
Kau taruh di tempat sampah..
dan kau katakan "AKU BOHONG"..
Jangan kau lihat hanya dg mata phisikmu cuma KERTAS yang kau CETAK..
Lalu kau jadikan benda buku di sebut AL-QUR'AN..
Ini hanya "ZAT KU"..
Berbentuk buku Al-QUR'AN terbuat dari kertas...
Tapi yang kau harus lihat" KANDUNGAN SIFATKU"..
yang tersirat dalam "ZAT KU"...
Gunakan "QOLBU" mu harus "BERSIH"..
Karena disana telah KU beri RUH untukmu..
Dan hanya RUH mu yang mampu berhubungan dengan AKU..
bukan PHISIK mu..
Sesungguhnya Allah SWT menurunkan AL-QUR'AN untuk semua Umat..
Bukan saja utk Islam..
Terbukti semua Umat beragama di Indonesia ini mulai merasakan dampaknya..
Semoga Damai dan Sejahtera Indonesiaku..
ISLAM adalah RAHMATAN LILALAMIN..
UNTUK SELURUH DUNIA DAN SEISINYA..
Aamiin...Aamiin...yaarabbal'alamiin....
Salam
"ENERGY SURAT AL-MAIDAH dari Pulau SERIBU bukan dari Pulau HAWAII atau Pulau MONACO"..
Wassalam..
Rahmatilah kami ya Allah.. tak lupa Shalawat utk Baginda R[truncated by WhatsApp]
Tulisan dari Perwira TNI yang sedang di Malaysia
(Alumni Akabri Laut 82)
*ENERGY Surat Al-MAIDAH dari Pulau , SERIBU bukan dari Pulau HAWAI atau MONACO*
Assalaamu'alaikum Warahmatulahi Wabarakatuh
Hampir smua PEMIMPIN Negeri ini mulai Panik...
Pejabat-pejabat negara, Partai Politik.. mulai berpikir.. what next ?
Insya Allah Termasuk PRESIDEN JOKOWI pun harus mencermati Situasi unpredictable!!!!
KHUSUSNYA APARAT HUKUM POLRI...
Pimpinan seyogyanya segera mengambil langkah Tegas, Cepat, Adil dan Transparans.
BARESKRIM MABES POLRI..Sibuk dapat Perintah segera membuat BAP.
di tambah dg tekanan mulai datang dr Ormas Islam..
unpredictable juga!!!!
Alangkah arifnya segera Pimpinan POLRI gunakan HATI NURANI nya..
Bukan Karena PERINTAH Atasan.
Jangan sekali mencoba merekayasa..
Ini Masalah ENERGI pemilik Dunia bukan manusia.
Mata pisaunya "QOLBU"
tidak perlu sampai S3.. atau lulus dr lembaga apapun di LN maupun Indonesia.
TNI Garda terdepan dan terakhir penjaga Bangsa ini..
Di sibukan setumpuk data inteljen..
mewaspadai situasi sudah menuju ke seluruh plosok tanah air..
demo bermunculan...
Ada indikasi waspadai DARURAT SIPIL dari salah seorang pakar inteljen..
bisa terjadi lebih dari itu..
Ini masalah Energy Pemilik Alam semesta..
bukan milik Penguasa Negara ini..
Mengalir pada hati Insan Muslim ..
tidak bisa di bendung dg Tehnologi apapun tercanggih di dunia ini..
Bebas pulsa..
Tuan-tuanku pemimpin..
pakailah Nurani mu..
157 Negara Islam Oki dan Muslim Dunia mulai merasakan getaran Energy surat Almaidah..
ini fakta..
Sabang sampai Marauke..
mulai terasa tanpa komando..
perintah apalagi Korlap dan Provokator.. ?
Pimpinan partai politik terdiam semua..
Yg sebelumnya jadi Artis media..
Bingung menunggu moment yang tak diduga ini semakin membesar tanpa komando..
Teriakan memilih ALLAH atau NYAWA sudah dikumandangkan..
"BALAI KOTA ATAU ISTANA..!!"..
Tidak bisa di hadapi Alut Sista..
sekalipun Negaran Asing membantu..
datangkanllah dari USA, RUSIA ataupun CHINA..
ENERGI AL-MAIDAH ini telah menembus hati sanubari para prajurit TNI dan prajurit Bhayangkara Islam..
Mulai dari Prajurit sampai Jenderal pun...
akan berpikir...
Mereka bukan Boneka hidup kawan..
memang pangkat mereka rendah..
tapi Hati Nurani mereka Tidak serendah pangkatnya..
suatu keyakinan hidupnya terluka...
dan sangat Sakral lebih dari Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Sumpah Bhayangkara...
ini ALQURAN...
keyakinan leluhur dan anak isterinya..
ciptaan ALLAH SWT...bukan manusia...
be carefull kawan..
potensial ancaman ini akan jadi real ancaman ...
ini gelombang maya tanpa bisa dipegang dilihat...
tapi langsung dirasakan..
bergerak 24 jam terus menerus...
tanpa mengenal ruang dan waktu..
masuk ke Sanubari Insan Muslim INDONESIA..
Segera Tegakan Hukum dg Benar, Adil dan Terbuka..
Jangan sampai jatuh korban rakyat atau prajurit kita..
Kita tidak perang Agama..
Tapi oknum penista agama ISLAM inilah hrs segera ditindak segera..
Kenapa menuggu...?
Inilah.. Rakyat bertanya..
Ada Apa My Presiden..?
Umat Muslim dunia menanyakan masih pantaskah?
Negara Indonesia dikatakan sebagai negara pemeluk Islam terbesar di dunia?
Mana tindakan nyata dan cepat pemimpin yang katanya big Muslim?
Membohongi rakyat dengan kemunafikan..
Karena tersandera oleh "UANG HARAM" pemimpin munafik!
Lihat nyata hampir semua pemimpin munafik panik..
Islam, Kristen, Katholik,
Budha, Hindu dan Khong Hu Chu panik..
Kenapa sampai merambah kemana-mana?
Menyangkut sendi kehidupan berbangsa dan bernegara IPOLEKSOSBUDHANKAM begitu cepat?
Bahkan kemunafikan yang sudah basi pun 10, 20, 30 tahun lalu..
Mulai baunya tercium dimunculkan..
Dana2 Haram KKN tanpa diminta muncul sendiri..
Pejabat Negara dan Politik KKN...
tanpa diminta saling tuding perang IT dan Cyber utk pencitraan bertebaran di media on line...
why why why..?
Hanya Menghina surat Almaidah saja cuma satu ayat..
hanya ayat 51..
Kenapa panik..?
Itupun lokasinya cuma di Pulai Seribu...
Bukan Hawaii atau Monaco...?
Oh...KAU TELAH menghina "Energi-KU"
Ingat 1000 kali rekayasa manusia..
Sekalipun jabatannya Presiden.. presiden.. presiden..
TIDAK ...TIDAK.. Tidak akan menghambat
Ini energi surat Al Maidah..
Ini rekayasa ALLAH Subhanahu Wata'aala..
Dengan caranya..
Silahkan dikaji dengan teori apapun yang terhebat di dunia ini..
Cuma kau hina surat Al Maidah-KU..
Yang hanya dihadiri 150 orang di pulau seribu..
Bukan Hawai.. atau Monaco..
Tapi ingat..
Yang hinakan AKU, ALLAH-mu..
Rasakan energi Al Maidah-KU..
Suatu bukti KUturunkan Al Quran itu benar..
Partai mana terhebat di Indonesia ini..?
Baik PDIP, GOLKAR, GERINDRA, HANURA, PAN, PKB, NASDEM, DEMOKRAT, PPP, PKS dll..
Pernahkah Mampu Menggetarkan INDONESIA..
Bahkan DUNIA..
Dalam waktu sesingkat ini..?
Tanpa biaya kampanye..
dan dana atau bahan kontak untuk membius rakyat..
Mencari masa demi ambisi atas nama adil dan sejahtera..
Yang setelah menang akhirnya ter dholimi juga?
Dibandingkan dengan surat Al Maidah..
tdk ada apanya..
tidak promosi..
IT.. cyber dll..
TV Internasional Lokal Nasional maupun kampung?
hanya butuh hitungan Hari..
TANPA BIAYA....
TANPA UANG HARAM..
TANPA PROMOSI..
TANPA REKAYASA PROVOKATOR..
apalagi KEKUATAAN ASING
Entah dengan teori Conspiracy atau yang lg ngetrend PROXIMITY WAR lah..
terlalu jauh...
ini yang luka Qolbu Rakyat Muslim Indonesia..
Negara Republik Indonesia..
sdh jelas...
NOW or NEVER my President..
because tomorrow.. tomorrow.. tomorrow to be late.
Dan khusus utk PEMIMPIN ISLAM MUNAFIK..
SOMBONG sekali..
dan..
BERANI sekali
menaksir surat Al Maidah ciptaan Tuhannya..
Kau hargai berapa surat Almaidah itu...?
RUPIAH, DOLLAR, EURO, POUNDSTERLING, YUAN CHINA..?
1T, 10T, 12T, 40T, atau 1 milyar T Rupiah..?
Luar biasa hanya karena uang haram..
Telah merasuk Qolbu para ulama muslimku..?
Dan ditonton Live langsung Umat Islam Indonesia..
dan begitu cepat merambah ke Dunia..
SHUBHANALAH ...
Tapi lihat.. lihat.. lihat..
Bukan saja Indonesia ku getarkan..
Dunia kugetarkan..
Dalam waktu singkat..
Akhirnya semua penduduk Indonesia mulai merasakan dampaknya..
Dari asal agama apapun..
Kau bukan berhadapan dengan KERTAS KU..
Yg mudah kau sobek-sobek kau injak-injak seperti pembungkus sambal terasi..
Kau taruh di tempat sampah..
dan kau katakan "AKU BOHONG"..
Jangan kau lihat hanya dg mata phisikmu cuma KERTAS yang kau CETAK..
Lalu kau jadikan benda buku di sebut AL-QUR'AN..
Ini hanya "ZAT KU"..
Berbentuk buku Al-QUR'AN terbuat dari kertas...
Tapi yang kau harus lihat" KANDUNGAN SIFATKU"..
yang tersirat dalam "ZAT KU"...
Gunakan "QOLBU" mu harus "BERSIH"..
Karena disana telah KU beri RUH untukmu..
Dan hanya RUH mu yang mampu berhubungan dengan AKU..
bukan PHISIK mu..
Sesungguhnya Allah SWT menurunkan AL-QUR'AN untuk semua Umat..
Bukan saja utk Islam..
Terbukti semua Umat beragama di Indonesia ini mulai merasakan dampaknya..
Semoga Damai dan Sejahtera Indonesiaku..
ISLAM adalah RAHMATAN LILALAMIN..
UNTUK SELURUH DUNIA DAN SEISINYA..
Aamiin...Aamiin...yaarabbal'alamiin....
Salam
"ENERGY SURAT AL-MAIDAH dari Pulau SERIBU bukan dari Pulau HAWAII atau Pulau MONACO"..
Wassalam..
Rahmatilah kami ya Allah.. tak lupa Shalawat utk Baginda R[truncated by WhatsApp]
Mutiara Hikmah 1
Sejenak Pagi:
_Cara Alloh menyayangimu bukan dengan meringankan masalahmu, tapi dengan menguatkan jiwamu sehingga sehebat apapun masalahmu kau tetap bertahan dan tak menyerah._
_*Cara Alloh menyayangimu bukan dengan mengurangi beban yang kau pikul, tapi dengan mengokohkan pundakmu, sehingga kau mampu memikul amanah yang diberikan kepadamu,*_
_Cara Alloh menyayangimu mungkin tak dengan memudahkan jalanmu menuju sukses, tapi dengan kesulitan yang kelak baru kau sadari bahwa kesulitan itu yang akan membuatmu semakin berkesan dan istimewa._
_*Hidup itu ...*_
_*Butuh masalah supaya kita punya kekuatan.*_
_Butuh pengorbanan supaya kita tahu cara bekerja keras._
_*Butuh air mata supaya kita tahu merendahkan hati.*_
_Butuh dicela supaya kita tahu bagaimana cara menghargai._
_*Butuh tertawa supaya kita tahu mengucap syukur,*_
_Butuh senyum supaya tahu kita punya cinta_
_*Butuh orang lain supaya tahu kita tidak sendiri*_
_Beberapa luka tidak diciptakan untuk sembuh, tidak pula untuk menetap._
*Jika ia berakhir dengan ke IKHLASAN, ia akan lahir menjadi cahaya yang itu adalah hadiah terindah dari Alloh.*_
_*Berbahagialah pada taqdir dengan penerimaan yang tulus, Sungguh mengajari hati BERBAIK SANGKA itu Indah.*_
_*Semoga kita semua diberikan keselamatan, kesehatan, kekuataan, kesabaran dan rezeki yang melimpah*_
_Semoga menjadi lebih bijak, lebih baik dan bermsnfaat_
*Robbana Taqobbal Minna*
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin
Jadi muslim yang kaffah bisa
Mugi manfaat
Sebutir Kurma Penghalang Doa
*SEBUTIR KURMA PENGHALANG DOA*
Usai menunaikan ibadah haji,
Ibrahim bin Adham berniat ziarah ke mesjidil Aqsa. Untuk bekal di perjalanan, ia membeli 1 kg kurma dari pedagang tua di dekat mesjidil Haram.
Setelah kurma ditimbang dan dibungkus, Ibrahim melihat sebutir kurma tergeletak didekat timbangan. Menyangka kurma itu bagian dari yg ia beli, Ibrahim memungut dan memakannya. Setelah itu ia langsung berangkat menuju Al Aqsa.
Empat bulan kemudian, Ibrahim tiba di Al Aqsa. Seperti biasa, ia suka memilih sebuah tempat beribadah pada sebuah ruangan dibawah kubah Sakhra. Ia shalat dan berdoa khusuk sekali.
Tiba tiba ia mendengar percakapan dua Malaikat tentang dirinya.
“Itu, Ibrahim bin Adham, ahli ibadah yang zuhud dan wara yg doanya selalu dikabulkan ALLAH SWT,” kata malaikat yg satu.
“Tetapi sekarang tidak lagi. doanya ditolak karena 4 bln yg lalu ia memakan sebutir kurma yg jatuh dari meja seorang pedagang tua di dekat mesjidil haram,” jawab malaikat yg satu lagi.
Ibrahim bin adham terkejut sekali, ia terhenyak, jadi selama 4 bln ini ibadahnya, shalatnya, doanya dan mungkin amalan-2 lainnya tidak diterima oleh ALLAH SWT gara-2 memakan sebutir kurma yg bukan haknya. “Astaghfirullahal adzhim” Ibrahim BerIstighfar.
Ia langsung berkemas untuk berangkat lagi ke Mekkah menemui pedagang tua penjual kurma. Untuk meminta diHalalkan sebutir kurma yg telah ditelannya.
Begitu sampai di Mekkah ia langsung menuju tempat penjual kurma itu, tetapi ia tidak menemukan pedagang tua itu melainkan seorang anak muda. “4 bln yg lalu saya membeli kurma disini dari seorang pedagang tua. kemana ia sekarang ?” tanya Ibrahim.
“Sudah meninggal sebulan yg lalu, saya sekarang meneruskan pekerjaannya berdagang kurma.” jawab anak muda itu.
“Innalillahi wa innailaihi rooji’uun, kalau begitu kpd siapa saya meminta pengHalalan?.” Lantas Ibrahim menceritakan peristiwa yg dialaminya, anak muda itu mendengarkan penuh minat. “Nah, begitulah” kata Ibrahim setelah bercerita, “Engkau sebagai ahli waris orangtua itu, maukah engkau mengHalalkan sebutir kurma milik Ayahmu yg terlanjur ku makan tanpa izinnya?.”
“Bagi saya tidak masalah. Insya ALLAH saya halalkan. Tapi entah dgn saudara-2 saya yg jumlahnya 11 orang. Saya tidak berani mengatas nama kan mereka karena mereka mempunyai hak waris sama dgn saya.”
“Dimana alamat saudara-2mu? biar saya temui mereka satu persatu.”
Setelah menerima alamat, Ibrahim bin adham pergi menemui. Biar berjauhan, akhirnya selesai juga. Semua setuju mengHalakan sebutir kurma milik Ayah mereka yg termakan oleh ibrahim.
Empat bulan kemudian, Ibrahim bin adham sudah berada dibawah kubah Sakhra. Tiba-2 ia mendengar dua malaikat yg dulu terdengar lagi bercakap-cakap. “Itulah ibrahim bin adham yg doanya tertolak gara-2 makan sebutir kurma milik orang lain.”
“Oo, tidak...sekarang doanya sudah makbul lagi, ia telah mendapat pengHalalan dari ahli waris pemilik kurma itu. Diri dan jiwa Ibrahim kini telah bersih kembali dari kotoran sebutir kurma yg haram karena masih milik orang lain. Sekarang ia sudah bebas.”
Luar biasa !!!....
Cerita ini seolah menampar kita semua. Jangankan sebutir kurma...mungkin sudah tidak terhitung berapa banyak hak-2 orang lain yg kita rebut selama ini?
Dgn mengHalalkan segala cara kita dalam:
berbisnis,
menggarap proyek,
berpolitik,
berkuasa untuk mendapatkan materi.
Setelah materi ditangan dgn tanpa sadar kta menganggap itu hak kita, rizki kita.
Kalo sebutir kurma saja membuat doa terhalang, bagaimana dgn Puluhan Juta, Ratusan Juta dan bahkan Milyaran Uang yg kita tilep selama ini...?
Wajar kalo akhirnya:
KITA JAUH dari ALLAH.
Sulit menerima Hidayah.
BERANI MENENTANG aturan ALLAH.
Mudah mengHalalkan segala cara.
Merasa lebih, jadi Sombong/Sok/Angkuh, Mudah berBohong/Dusta.
Tidak Malu Ingkar Janji (janji-2 palsu dgn siapa saja).
Kenapa...? Karna Harta yg masuk perut kta terlalu kotor keadaanya.
Wajar anak-2 nakal,
suami/istri ribut, penyakit banyak, sering ditipu, keluarga galau.
Mungkin juga karna harta yg kita anggap rizki itu sebenarnya bukan hak kita...astagfirullah al adzim..
Harta "Penghalang" Doa yg membuat Doa2 kita tidak sampai ke langit.
Wallahu a'lam bi showab...
Semoga bermanfaat...
Saudara'2ku/teman-2ku serta sahabat-2ku, jika ada makanan, minuman atau sikap saya yg tidak berkenan kpd saudara-2ku/teman-2ku serta sahabat-2ku yg sengaja ataupun ga sengaja saya mohon keiklasannya serta menghalalkannya untuk saya yaaa...
Tks.
Hati2 jika sdg belanja, mau cobain buah /kue sekecil apapun perlu izin.
Yang berlalu kita mohon ampunan ALLAH. Hati2 melangkah kedepan...!
Wasalam,
-Hamba Allah-
Usai menunaikan ibadah haji,
Ibrahim bin Adham berniat ziarah ke mesjidil Aqsa. Untuk bekal di perjalanan, ia membeli 1 kg kurma dari pedagang tua di dekat mesjidil Haram.
Setelah kurma ditimbang dan dibungkus, Ibrahim melihat sebutir kurma tergeletak didekat timbangan. Menyangka kurma itu bagian dari yg ia beli, Ibrahim memungut dan memakannya. Setelah itu ia langsung berangkat menuju Al Aqsa.
Empat bulan kemudian, Ibrahim tiba di Al Aqsa. Seperti biasa, ia suka memilih sebuah tempat beribadah pada sebuah ruangan dibawah kubah Sakhra. Ia shalat dan berdoa khusuk sekali.
Tiba tiba ia mendengar percakapan dua Malaikat tentang dirinya.
“Itu, Ibrahim bin Adham, ahli ibadah yang zuhud dan wara yg doanya selalu dikabulkan ALLAH SWT,” kata malaikat yg satu.
“Tetapi sekarang tidak lagi. doanya ditolak karena 4 bln yg lalu ia memakan sebutir kurma yg jatuh dari meja seorang pedagang tua di dekat mesjidil haram,” jawab malaikat yg satu lagi.
Ibrahim bin adham terkejut sekali, ia terhenyak, jadi selama 4 bln ini ibadahnya, shalatnya, doanya dan mungkin amalan-2 lainnya tidak diterima oleh ALLAH SWT gara-2 memakan sebutir kurma yg bukan haknya. “Astaghfirullahal adzhim” Ibrahim BerIstighfar.
Ia langsung berkemas untuk berangkat lagi ke Mekkah menemui pedagang tua penjual kurma. Untuk meminta diHalalkan sebutir kurma yg telah ditelannya.
Begitu sampai di Mekkah ia langsung menuju tempat penjual kurma itu, tetapi ia tidak menemukan pedagang tua itu melainkan seorang anak muda. “4 bln yg lalu saya membeli kurma disini dari seorang pedagang tua. kemana ia sekarang ?” tanya Ibrahim.
“Sudah meninggal sebulan yg lalu, saya sekarang meneruskan pekerjaannya berdagang kurma.” jawab anak muda itu.
“Innalillahi wa innailaihi rooji’uun, kalau begitu kpd siapa saya meminta pengHalalan?.” Lantas Ibrahim menceritakan peristiwa yg dialaminya, anak muda itu mendengarkan penuh minat. “Nah, begitulah” kata Ibrahim setelah bercerita, “Engkau sebagai ahli waris orangtua itu, maukah engkau mengHalalkan sebutir kurma milik Ayahmu yg terlanjur ku makan tanpa izinnya?.”
“Bagi saya tidak masalah. Insya ALLAH saya halalkan. Tapi entah dgn saudara-2 saya yg jumlahnya 11 orang. Saya tidak berani mengatas nama kan mereka karena mereka mempunyai hak waris sama dgn saya.”
“Dimana alamat saudara-2mu? biar saya temui mereka satu persatu.”
Setelah menerima alamat, Ibrahim bin adham pergi menemui. Biar berjauhan, akhirnya selesai juga. Semua setuju mengHalakan sebutir kurma milik Ayah mereka yg termakan oleh ibrahim.
Empat bulan kemudian, Ibrahim bin adham sudah berada dibawah kubah Sakhra. Tiba-2 ia mendengar dua malaikat yg dulu terdengar lagi bercakap-cakap. “Itulah ibrahim bin adham yg doanya tertolak gara-2 makan sebutir kurma milik orang lain.”
“Oo, tidak...sekarang doanya sudah makbul lagi, ia telah mendapat pengHalalan dari ahli waris pemilik kurma itu. Diri dan jiwa Ibrahim kini telah bersih kembali dari kotoran sebutir kurma yg haram karena masih milik orang lain. Sekarang ia sudah bebas.”
Luar biasa !!!....
Cerita ini seolah menampar kita semua. Jangankan sebutir kurma...mungkin sudah tidak terhitung berapa banyak hak-2 orang lain yg kita rebut selama ini?
Dgn mengHalalkan segala cara kita dalam:
berbisnis,
menggarap proyek,
berpolitik,
berkuasa untuk mendapatkan materi.
Setelah materi ditangan dgn tanpa sadar kta menganggap itu hak kita, rizki kita.
Kalo sebutir kurma saja membuat doa terhalang, bagaimana dgn Puluhan Juta, Ratusan Juta dan bahkan Milyaran Uang yg kita tilep selama ini...?
Wajar kalo akhirnya:
KITA JAUH dari ALLAH.
Sulit menerima Hidayah.
BERANI MENENTANG aturan ALLAH.
Mudah mengHalalkan segala cara.
Merasa lebih, jadi Sombong/Sok/Angkuh, Mudah berBohong/Dusta.
Tidak Malu Ingkar Janji (janji-2 palsu dgn siapa saja).
Kenapa...? Karna Harta yg masuk perut kta terlalu kotor keadaanya.
Wajar anak-2 nakal,
suami/istri ribut, penyakit banyak, sering ditipu, keluarga galau.
Mungkin juga karna harta yg kita anggap rizki itu sebenarnya bukan hak kita...astagfirullah al adzim..
Harta "Penghalang" Doa yg membuat Doa2 kita tidak sampai ke langit.
Wallahu a'lam bi showab...
Semoga bermanfaat...
Saudara'2ku/teman-2ku serta sahabat-2ku, jika ada makanan, minuman atau sikap saya yg tidak berkenan kpd saudara-2ku/teman-2ku serta sahabat-2ku yg sengaja ataupun ga sengaja saya mohon keiklasannya serta menghalalkannya untuk saya yaaa...
Tks.
Hati2 jika sdg belanja, mau cobain buah /kue sekecil apapun perlu izin.
Yang berlalu kita mohon ampunan ALLAH. Hati2 melangkah kedepan...!
Wasalam,
-Hamba Allah-
Rabu, 18 Januari 2017
Benteng Kokoh Muslimin
TAHU TIDAK BENTENG UMMAT
(yang tidak mungkin ditembus oleh musuh)...??
1. Anda mencari ILMU AGAMA, apapun jenisnya.
2. Anda tegakkan SHALAT LIMA WAKTU. Tidak pernah ditinggalkan.
3. Anda datang ke MASJID, melakukan ibadah di sana.
4. Anda mengucapkan SALAM kepada saudara Muslim, atau menjawab SALAM-nya.
5. Anda berbakti kepada ORANGTUA atau mendoakan mereka.
6. Anda mencari dan makan rezeki HALAL.
7. Anda perintahkan kaum wanita menutup aurat dan menjaga kehormatan.
8. Anda menegakkan AMAR MAKRUF NAHI MUNKAR..
Selagi Anda HIDUPKAN semua itu, yakinlah tidak akan ada yang sanggup menundukkan kaum Muslimin.
SEMUA itu terhubung kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, Sang Maha Perkasa.
#SamWas
(yang tidak mungkin ditembus oleh musuh)...??
1. Anda mencari ILMU AGAMA, apapun jenisnya.
2. Anda tegakkan SHALAT LIMA WAKTU. Tidak pernah ditinggalkan.
3. Anda datang ke MASJID, melakukan ibadah di sana.
4. Anda mengucapkan SALAM kepada saudara Muslim, atau menjawab SALAM-nya.
5. Anda berbakti kepada ORANGTUA atau mendoakan mereka.
6. Anda mencari dan makan rezeki HALAL.
7. Anda perintahkan kaum wanita menutup aurat dan menjaga kehormatan.
8. Anda menegakkan AMAR MAKRUF NAHI MUNKAR..
Selagi Anda HIDUPKAN semua itu, yakinlah tidak akan ada yang sanggup menundukkan kaum Muslimin.
SEMUA itu terhubung kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, Sang Maha Perkasa.
#SamWas
Selasa, 22 November 2016
Sikap Orang Tua Santri
Kenali! Sikap-sikap Orangtua Santri yang dapat Mengakibatkan Anaknya Gagal di Pesantren
Penulis: Asep Setiawan / 3 Mei 2016
Bila zaman dulu, ada banyak orang yang menuntut pengetahuan di pesantren dengan tekad serta kemauan sendiri. Beberapa orangtua cuma dapat mendukung dengan doa restu, sedang si anak mesti mencari bekal sendiri.
Nampaklah grup santri yang dimaksud santri kasab atau santri pekerja. Mereka belajar serta mesti bekerja untuk penuhi keperluan di pesantren.
Lain dahulu lain saat ini. Lantaran perubahan zaman serta perkembangan teknologi, pergaulan anak makin mencemaskan beberapa orangtua.
Hingga untuk menyelamatkan anak dari dampak pergaulan yang jelek, serta supaya lebih gampang dibuat jadi anak saleh, beberapa orangtualah yang berinisatif memondokkan putra-putrinya ke pesantren.
Hingga orangtua mesti mengaplikasikan beragam langkah supaya si anak ingin mondok. Untuk anaknya tetaplah di pesantren, kadang-kadang mereka yang anaknya telah melalui tingkat kenakalan yang bikin pengurus angkat tangan, masihlah saja bersikeras supaya anaknya tetaplah di pesantren.
Nah, berkaitan beberapa orangtua yang semangat memondokkan anaknya, ke 5 sikap di bawah ini layak di perhatikan. Lantaran, menurut pengalaman dari beberapa ustadz serta pengasuh pesantren, orangtua yang mempunyai sikap itu anaknya malah umumnya tak berhasil meniti pendidikan di pesantren. Berikut 5 sikap itu:
1. Sangat Kritis pada Kebijakan Pesantren
Ada loh orangtua yang tidak terima bila anaknya terserang hukuman lantaran pelanggaran di pesantren. Banyak bahkan juga. Kebijakan pengasuh serta pengurus pesantren mereka kritik habis-habisan.
Seperti suporter bola yang memberi komentar kompetisi, orangtua jenis ini menyodorkan beragam usulan seakan ia paling tahu langkah mendidik santri.
Terkadang ia membanding-bandingkan satu pesantren dengan pesantren yang lain dihadapan kyai atau pengurus pesantren yang mendidik anaknya. “Kalau di pesantren A itu begini, di pesantren B itu bagitu, harusnya pesantren sini dapat seperti mereka.”
Sesungguhnya, pengasuh ataupun pengurus bila hadapi orang jenis ini menahan diri supaya tak kelepasan omong seperti begini : “Ya sudah anak bapak pondokkan kesana saja!”
Melindungi perasaan pengasuh serta pengurus pesantren butuh diperhatikan beberapa orangtua. Bila tak sepakat dengan satu pesantren, kurang senang lewat cara mendidiknya, Kamu dapat pindahkan ke pesantren lain.
Namun lewat cara yang baik serta tak perlu merendahkan, menyepelekan, atau memperbandingkan satu pesantren dengan yang lain dihadapan pengasuhnya dengan suara mengkritik.
2. Kurang Perhatian
Satu diantara sikap orangtua yang mendorong kegagalan santri yaitu kurang perhatian pada perubahan atau kemuduran anaknya.
Orang-tua jenis ini tidak pernah bertanya pada anaknya telah tiba tingkat apa madrasah diniyahnya? Telah selesaikah pekerjaan hafalannya, dan lain-lain. Mereka cuma memikirkan bagaimana membekali anaknya dengan duit yang cukup.
Jadi saat terbongkar kenyataan kalau anaknya di pesantren nyatanya kurang giat belajar serta condong tidak mematuhi ketentuan, mereka terperanjat. Beberapa lantas berlaku seperti kurang mengerti kenakalan anaknya.
Beberapa yang lain terasa kalau nyatanya pesantren bukanlah tempat melakukan perbaikan moral atau akhlak, namun tempat bersemainya perangai jelek yang menular. Ia berasumsi pergantian jelek pada anaknya yaitu lantaran ketakmampuan pesantren mendidik santri.
3. Sangat Memanjakan Anak
Beberapa orangtua, bahkan juga salah satunya yaitu alumni pesantren, sangat memanjakan anaknya dengan berikan duit bekal terlalu berlebih. Untuk alumni pesantren, terutama yang dulunya di pesantren alami beberapa saat susah, hal semacam itu dipicu hasrat supaya anaknya tak alami penderitaan seperti waktu mereka dahulu nyantri.
Demikian sebaliknya, untuk orangtua yang kaya serta bukanlah alumni pesantren, hal semacam itu lantaran mereka menginginkan anaknya lebih tenang belajar.
Dalam beberapa masalah memanglah santri yang didukung dana berlebihan dapat lebih telaten belajar. Tetapi hanya yang ditemui di pesantren, santri anak orang kaya umumnya malah kurang telaten belajar. Mereka terlena dengan enaknya miliki duit banyak.
Di pesantren, membelanjakan duit lebih leluasa daripada waktu dirumah. Tiap-tiap bulan, “gajian” pastinya. Bila dirumah, mesti memohon dahulu bila menginginkan beli ini serta itu.
4. Kurang Tahu Kenakalan Anak
Ada pula beberapa wali santri yang anaknya alami hukuman terberat berbentuk pemulangan atau pencabutan status anak didik, malah membela anaknya habis-habisan. Mereka terasa paling tahu tingkah anaknya serta tak terima waktu pesantren memulangkan anaknya lantaran satu masalah.
Mereka berasumsi kalau pesantren tak becus mengatur sikap anaknya. Terkadang jadi ada yang membela sang anak serta menyampaikan anaknya dirumah senantiasa berlaku baik.
Pesantren, seperti biasanya instansi pendidikan, ada waktu dimana terasa telah tak dapat mengatasi kenakalan satu diantara santri. Dalam keadaan ini, untuk hindari dampak penularan kenakalan, jadi ketentuan paling umum yaitu memulangkan santri yang telah kronis itu ke orangtuanya.
Bila Kamu tanyakan, tidakkah pesantren itu seperti bengkel moral yang siap merias rusaknya santri? Jawabnya, bengkel motor atau mobil saja ada saatnya angkat tangan pada rusaknya kendaraan yang benda mati, terlebih pesantren yang membengkeli makhluk hidup.
5. Sangat Memaksakan Kehendak
Sekarang ini umumnya anak mondok bukanlah murni hasrat sendiri. Dorongan orangtua bahkan juga paksaan adalah latar belakang paling umum untuk santri. Masalahnya, orangtua yang sangat memaksakan kehendak supaya anaknya belajar di pesantren nyatanya malah bikin si anak tertekan.
Pada akhirnya waktu di pesantren malah melampiaskannya lewat cara melakukan tindakan sesuka hati. Repotnya, paksaan pada anak supaya nyantri di pesantren umumnya digabungkan dengan poin ketiga, memanjakan anak dengan bekal berlebihan.
Memanglah, untuk memasukkan anak supaya belajar di pesantren mesti ada paksaan, namun butuh diperhatikan supaya paksaan itu lewat cara sehalus mungkin saja. Mungkin saja juga butuh mengimingi-imingi si anak dengan hadiah dan sebagainya, tetapi jangan pernah terperosok memanjakannya di pesantren.
Bila telah buntu, si anak memanglah tak dapat di pesantren serta memiliki bakat ketrampilan diluar pesantren, mintalah ia supaya ingin menolong Kamu penuhi keharusan membekali anak dengan pengetahuan agama lewat cara mencicipi belajar pesantren.
Mintalah ia untuk mondok sebentar saja. Mungkin saja kelak sesudah di pesantren, malah ia temukan segi enaknya serta jadi kerasan disana.
Sebagai catatan, ke 5 sikap itu tak punya pengaruh pada santri yang memanglah miliki hasrat kuat dari dianya untuk belajar di pesantren. Ingin bekalnya sedikit atau banyak, di perhatikan atau tidak, mereka tetaplah telaten belajar.
Mudah-mudahan anak Kamu yang awal mulanya sangat terpaksa, sesudah masuk pesantren dapat temukan motivasi dari dianya serta jadi santri yang berhasil.
Semoga bermanfaat
Penulis: Asep Setiawan / 3 Mei 2016
Bila zaman dulu, ada banyak orang yang menuntut pengetahuan di pesantren dengan tekad serta kemauan sendiri. Beberapa orangtua cuma dapat mendukung dengan doa restu, sedang si anak mesti mencari bekal sendiri.
Nampaklah grup santri yang dimaksud santri kasab atau santri pekerja. Mereka belajar serta mesti bekerja untuk penuhi keperluan di pesantren.
Lain dahulu lain saat ini. Lantaran perubahan zaman serta perkembangan teknologi, pergaulan anak makin mencemaskan beberapa orangtua.
Hingga untuk menyelamatkan anak dari dampak pergaulan yang jelek, serta supaya lebih gampang dibuat jadi anak saleh, beberapa orangtualah yang berinisatif memondokkan putra-putrinya ke pesantren.
Hingga orangtua mesti mengaplikasikan beragam langkah supaya si anak ingin mondok. Untuk anaknya tetaplah di pesantren, kadang-kadang mereka yang anaknya telah melalui tingkat kenakalan yang bikin pengurus angkat tangan, masihlah saja bersikeras supaya anaknya tetaplah di pesantren.
Nah, berkaitan beberapa orangtua yang semangat memondokkan anaknya, ke 5 sikap di bawah ini layak di perhatikan. Lantaran, menurut pengalaman dari beberapa ustadz serta pengasuh pesantren, orangtua yang mempunyai sikap itu anaknya malah umumnya tak berhasil meniti pendidikan di pesantren. Berikut 5 sikap itu:
1. Sangat Kritis pada Kebijakan Pesantren
Ada loh orangtua yang tidak terima bila anaknya terserang hukuman lantaran pelanggaran di pesantren. Banyak bahkan juga. Kebijakan pengasuh serta pengurus pesantren mereka kritik habis-habisan.
Seperti suporter bola yang memberi komentar kompetisi, orangtua jenis ini menyodorkan beragam usulan seakan ia paling tahu langkah mendidik santri.
Terkadang ia membanding-bandingkan satu pesantren dengan pesantren yang lain dihadapan kyai atau pengurus pesantren yang mendidik anaknya. “Kalau di pesantren A itu begini, di pesantren B itu bagitu, harusnya pesantren sini dapat seperti mereka.”
Sesungguhnya, pengasuh ataupun pengurus bila hadapi orang jenis ini menahan diri supaya tak kelepasan omong seperti begini : “Ya sudah anak bapak pondokkan kesana saja!”
Melindungi perasaan pengasuh serta pengurus pesantren butuh diperhatikan beberapa orangtua. Bila tak sepakat dengan satu pesantren, kurang senang lewat cara mendidiknya, Kamu dapat pindahkan ke pesantren lain.
Namun lewat cara yang baik serta tak perlu merendahkan, menyepelekan, atau memperbandingkan satu pesantren dengan yang lain dihadapan pengasuhnya dengan suara mengkritik.
2. Kurang Perhatian
Satu diantara sikap orangtua yang mendorong kegagalan santri yaitu kurang perhatian pada perubahan atau kemuduran anaknya.
Orang-tua jenis ini tidak pernah bertanya pada anaknya telah tiba tingkat apa madrasah diniyahnya? Telah selesaikah pekerjaan hafalannya, dan lain-lain. Mereka cuma memikirkan bagaimana membekali anaknya dengan duit yang cukup.
Jadi saat terbongkar kenyataan kalau anaknya di pesantren nyatanya kurang giat belajar serta condong tidak mematuhi ketentuan, mereka terperanjat. Beberapa lantas berlaku seperti kurang mengerti kenakalan anaknya.
Beberapa yang lain terasa kalau nyatanya pesantren bukanlah tempat melakukan perbaikan moral atau akhlak, namun tempat bersemainya perangai jelek yang menular. Ia berasumsi pergantian jelek pada anaknya yaitu lantaran ketakmampuan pesantren mendidik santri.
3. Sangat Memanjakan Anak
Beberapa orangtua, bahkan juga salah satunya yaitu alumni pesantren, sangat memanjakan anaknya dengan berikan duit bekal terlalu berlebih. Untuk alumni pesantren, terutama yang dulunya di pesantren alami beberapa saat susah, hal semacam itu dipicu hasrat supaya anaknya tak alami penderitaan seperti waktu mereka dahulu nyantri.
Demikian sebaliknya, untuk orangtua yang kaya serta bukanlah alumni pesantren, hal semacam itu lantaran mereka menginginkan anaknya lebih tenang belajar.
Dalam beberapa masalah memanglah santri yang didukung dana berlebihan dapat lebih telaten belajar. Tetapi hanya yang ditemui di pesantren, santri anak orang kaya umumnya malah kurang telaten belajar. Mereka terlena dengan enaknya miliki duit banyak.
Di pesantren, membelanjakan duit lebih leluasa daripada waktu dirumah. Tiap-tiap bulan, “gajian” pastinya. Bila dirumah, mesti memohon dahulu bila menginginkan beli ini serta itu.
4. Kurang Tahu Kenakalan Anak
Ada pula beberapa wali santri yang anaknya alami hukuman terberat berbentuk pemulangan atau pencabutan status anak didik, malah membela anaknya habis-habisan. Mereka terasa paling tahu tingkah anaknya serta tak terima waktu pesantren memulangkan anaknya lantaran satu masalah.
Mereka berasumsi kalau pesantren tak becus mengatur sikap anaknya. Terkadang jadi ada yang membela sang anak serta menyampaikan anaknya dirumah senantiasa berlaku baik.
Pesantren, seperti biasanya instansi pendidikan, ada waktu dimana terasa telah tak dapat mengatasi kenakalan satu diantara santri. Dalam keadaan ini, untuk hindari dampak penularan kenakalan, jadi ketentuan paling umum yaitu memulangkan santri yang telah kronis itu ke orangtuanya.
Bila Kamu tanyakan, tidakkah pesantren itu seperti bengkel moral yang siap merias rusaknya santri? Jawabnya, bengkel motor atau mobil saja ada saatnya angkat tangan pada rusaknya kendaraan yang benda mati, terlebih pesantren yang membengkeli makhluk hidup.
5. Sangat Memaksakan Kehendak
Sekarang ini umumnya anak mondok bukanlah murni hasrat sendiri. Dorongan orangtua bahkan juga paksaan adalah latar belakang paling umum untuk santri. Masalahnya, orangtua yang sangat memaksakan kehendak supaya anaknya belajar di pesantren nyatanya malah bikin si anak tertekan.
Pada akhirnya waktu di pesantren malah melampiaskannya lewat cara melakukan tindakan sesuka hati. Repotnya, paksaan pada anak supaya nyantri di pesantren umumnya digabungkan dengan poin ketiga, memanjakan anak dengan bekal berlebihan.
Memanglah, untuk memasukkan anak supaya belajar di pesantren mesti ada paksaan, namun butuh diperhatikan supaya paksaan itu lewat cara sehalus mungkin saja. Mungkin saja juga butuh mengimingi-imingi si anak dengan hadiah dan sebagainya, tetapi jangan pernah terperosok memanjakannya di pesantren.
Bila telah buntu, si anak memanglah tak dapat di pesantren serta memiliki bakat ketrampilan diluar pesantren, mintalah ia supaya ingin menolong Kamu penuhi keharusan membekali anak dengan pengetahuan agama lewat cara mencicipi belajar pesantren.
Mintalah ia untuk mondok sebentar saja. Mungkin saja kelak sesudah di pesantren, malah ia temukan segi enaknya serta jadi kerasan disana.
Sebagai catatan, ke 5 sikap itu tak punya pengaruh pada santri yang memanglah miliki hasrat kuat dari dianya untuk belajar di pesantren. Ingin bekalnya sedikit atau banyak, di perhatikan atau tidak, mereka tetaplah telaten belajar.
Mudah-mudahan anak Kamu yang awal mulanya sangat terpaksa, sesudah masuk pesantren dapat temukan motivasi dari dianya serta jadi santri yang berhasil.
Semoga bermanfaat
Senin, 21 November 2016
Semoga Manfaat
Sejenak Pagi:
*Waktu berlalu begitu halus*
Explorer menipu kita yang terlena, belum sempat berdzikir pagi tau-tau hari sudah menjelang siang, belum sempat bersedekah pagi, matahari sudah meninggi.๐
*Rencana* jam 9 mau shalat Dhuha, tiba-tiba adzan Dzuhur sudah terdengar, pinginnya setiap pagi membaca 1 juz Al-Qur'an, menambah hafalan satu hari satu ayat, tapi ya itu, "pengennya itu" ๐ถ
*Komitmen* tidak akan melewatkan malam kecuali dengan tahajud dan witir, sekalipun hanya 3 raka'at singkat, semua hanya rencana.
Akan terus beginikah nasib *hidup* menghabiskan umur ?, berhura-hura dengan usia ?
Lalu tiba-tiba masuklah *usia* di angka 30, sebentar kemudian 40, tak lama terasa menjadi 50, dan kemudian orang mulai memanggil kita dengan sebutan "Kek... Nek..." pertanda kita sudah tua.
Lalu sambil *menunggu ajal* tiba, sejenak mengintip catatan amal yang kita ingat pernah berbuat apa ... ???.๐
Astaghfirullah… *ternyata tak seberapa, !!!* sedekah dan infaq cuma sekedarnya, mengajarkan ilmu tak pernah ada, silaturrahmi rusak semua.
Jika sudah demikian, apakah ruh ini tidak akan melolong, meraung, menjerit menahan kesakitan disaat harus berpisah dari tubuh pada waktu *sakaratul maut*...???.
Tambahkan usiaku ya Alloh...!!!, aku *butuh waktu* untuk beramal dan berbekal sebelum Kau akhiri ajal.
Belum cukupkah *menyia-nyiakan* waktu selama 30, 40, 50 atau 60 tahun ?,
*Butuh berapa tahun* lagi-kah untuk mengulang pagi, siang sore dan malam hari, butuh berapa minggu, bulan, dan tahun lagi agar bisa mempersiapkan diri untuk siap mati.
Tanpa kita pernah merasa kehilangan waktu dan kesempatan untuk menghasilkan pahala di setiap detiknya, maka 1000 tahunpun *tidak akan pernah cukup* bagi orang orang yang terlena...
*Astaghfirulloh.....*
Robbana Taqobbal Minna.
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.
Jadi muslim yg kaffah bisa
Semoga Bermanfaat.
Langganan:
Postingan (Atom)